Di Jepang, pekerjaan jarak jauh jarang terjadi satu dekade lalu, tetapi kemajuan teknologi telah menciptakan pergeseran paradigma pada dinamika tempat kerja saat ini. Dari kerja jarak jauh hingga rapat virtual, para pemimpin bisnis telah membentuk kembali tenaga kerja mereka; namun, beberapa perusahaan Jepang masih kesulitan untuk mengatasi kerumitan pekerjaan jarak jauh.
Terlepas dari tantangan-tantangan ini, para pemberi kerja sedang mempertimbangkan langkah-langkah adaptif untuk tetap tangguh dan kompetitif di pasar global.
Menurut survei terbaru, lebih dari 73 persen pekerja Jepang — khususnya, insinyur IT, insinyur non-administrasi, dan insinyur manufaktur — lebih memilih untuk bekerja dari rumah setidaknya dua hari per minggu. Sentimennya tidak berbeda di skala global: Dua pertiga orang ingin bekerja dari rumah setelah pandemi.
Pergeseran ini telah membuka jalan bagi para pemberi kerja untuk membayangkan kembali pilihan kerja — 90 persen perusahaan besar di Jepang menyatakan bahwa mereka bermaksud untuk melanjutkan pengaturan pekerjaan jarak jauh mereka bahkan setelah pandemi.
Pergeseran paradigma: Selamat datang di era pekerjaan jarak jauh
Kerja jarak jauh mengacu pada bekerja di luar lingkungan kantor tradisional. Karyawan dapat bekerja di mana saja, baik di rumah, kafe, hotel, atau bahkan di kota atau negara lain.
Beberapa perusahaan teknologi di Jepang telah mempelopori penerapan pengaturan pekerjaan jarak jauh — menantang tata letak kantor konvensional. Yahoo Japan baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka menggandakan upaya pekerjaan jarak jauh mereka, memungkinkan semua karyawan 8,000 untuk bekerja dari mana saja di Jepang. Pada saat yang sama, raksasa teknologi Jepang, Fujitsu, meluncurkan kebijakan "Work-Life Shift" untuk menawarkan fleksibilitas kepada para pekerja.
Selain fleksibilitas, penerapan pengaturan pekerjaan jarak jauh memungkinkan karyawan untuk menghemat waktu dan biaya perjalanan. Sebuah survei baru-baru ini mengungkapkan bahwa lebih dari setengah (63.7 persen) pekerja Jepang yang telah bekerja dari rumah setidaknya sekali seminggu merasa bahwa mengurangi perjalanan pulang pergi telah membantu tingkat stres mereka dan memberikan lebih banyak waktu untuk kegiatan lain.
Tidak hanya meningkatkan kesejahteraan karyawan, pekerjaan jarak jauh juga memungkinkan perusahaan untuk berkembang dalam pasar global yang kompetitif. Berikut beberapa contoh bagaimana pekerjaan jarak jauh dapat bermanfaat bagi pemberi kerja:
Menarik dan mempertahankan talenta
Dengan persaingan ketat untuk mendapatkan talenta, khususnya para profesional IT, perusahaan perlu memiliki pendekatan holistik dalam menarik kandidat. Sebuah laporan dari ManpowerGroup menunjukkan bahwa 76 persen pemberi kerja di Jepang mengalami kesulitan dalam mengisi pekerjaan.
Karena alasan ini, beberapa perusahaan di Jepang mulai menawarkan pengaturan kerja yang fleksibel sebagai bagian dari strategi rekrutmen dan retensi mereka. Sebagai contoh, Panasonic memperkenalkan sistem kerja empat hari seminggu untuk mempertahankan talenta insinyurnya dan memelihara keseimbangan kehidupan kerja yang sehat.
Bekerja jarak jauh bukan lagi fasilitas mewah; ini adalah kebutuhan sehari-hari untuk menarik dan mempertahankan talenta yang sangat terampil.
Dengan menyediakan pengaturan yang fleksibel dan memperkaya pengalaman di tempat kerja, perusahaan dapat memiliki peluang lebih baik untuk menonjol di bursa kerja yang sangat kompetitif.
Kesempatan untuk menggunakan kembali ruang kerja
Selain pengurangan biaya dalam hal ruang kantor, pekerjaan jarak jauh menawarkan peluang bagi perusahaan untuk mengubah fungsi dan mendefinisikan ulang ruang kerja.
Sebuah perusahaan tekfin Jepang, PayPay, mendefinisikan ulang ruang kantornya dengan menerapkan sistem "bekerja dari mana saja dan kapan saja". Perusahaan tersebut "mengubah gagasan tradisional untuk menata ulang [kantor] sebagai tempat untuk berinteraksi dengan orang lain, meningkatkan interaksi dan kolaborasi, serta menumbuhkan loyalitas kepada PayPay."
Selain itu, 54 persen perusahaan di Greater Tokyo melaporkan bahwa mereka sangat tertarik untuk menemukan cara-cara baru dalam menggunakan kantor, yang mencakup peningkatan jumlah ruang pribadi dan opsi pemesanan untuk rapat jarak jauh. Sementara itu, 53.5 persen juga tertarik untuk mengubah tata letak kantor untuk mengakomodasi fleksibilitas.
Kantor satelit juga telah menjadi tren. Beberapa bisnis dan pekerja telah pindah ke daerah pinggiran, yang kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya popularitas pekerjaan jarak jauh. Pertanyaan tentang relokasi ke wilayah regional dari Tokyo Raya mencapai hampir 50,000 kasus di 2021.
Hal ini menegaskan bahwa perusahaan dan karyawan sedang membayangkan kembali ruang kantor mereka, yang akan terus berkembang seiring dengan adaptasi para pemberi kerja terhadap kebutuhan model kerja yang baru muncul.
Kumpulan talenta yang lebih luas
Munculnya pekerjaan jarak jauh menghadirkan peluang baru bagi perusahaan untuk memperluas pencarian talenta mereka melampaui batas geografis. Perusahaan tidak lagi terbatas pada perekrutan pekerja yang berada dalam jarak tempuh yang memungkinkan dari kantor mereka. Mereka kini dapat menawarkan peluang kepada orang-orang tanpa memandang lokasi mereka.
Karena itu, perusahaan dapat fokus untuk merekrut kandidat hanya berdasarkan kualifikasi mereka.
Menurunnya populasi Jepang merupakan alasan penting mengapa perusahaan harus memperluas kumpulan talenta mereka. Rasio ketergantungan hari tua naik menjadi 53 persen pada tahun 2020. Data menunjukkan bahwa negara ini akan membutuhkan lebih banyak pekerja dalam waktu dekat, yang sudah terlihat jelas di sektor TI. Melalui 2030, kementerian industri memprediksi bahwa Jepang akan membutuhkan 790,000 profesional TI.
Kini, lebih dari sebelumnya, sangat penting bagi perusahaan-perusahaan yang berbasis di Jepang untuk tetap gesit dan mengevaluasi kembali strategi tenaga kerja mereka. Kebutuhan untuk beradaptasi dengan cara kerja baru sangat jelas, dan hal ini menuntut perusahaan untuk menemukan solusi yang layak untuk mengimbangi menyusutnya kumpulan talenta lokal.
Bagaimana Global Employment Platform dapat mewujudkan rencana pekerjaan jarak jauh?
Perusahaan yang mempertimbangkan untuk merekrut talenta jarak jauh lintas negara harus menyadari nuansa hukum yang terkait. Membangun tim internasional membutuhkan pembentukan badan hukum — kecuali jika Anda bermitra dengan sekutu strategis. Globalization Partners Platform Ketenagakerjaan Global dari menyederhanakan dan mengotomatiskan orientasi, penggajian, dan perekrutan, sehingga menghemat waktu dan sumber daya perusahaan Anda.
Platform Ketenagakerjaan Global kami memberikan akses lebih besar kepada pemberi kerja terhadap talenta dengan menghilangkan hambatan dalam membangun tim yang solid. Teknologi kami menjalankan dua fungsi penting yang sangat dibutuhkan untuk merekrut talenta internasional:
- Memastikan kepatuhan. Anda perlu tetap mematuhi peraturan setempat ketika Anda menjaring bakat-bakat di kalangan yang lebih luas. Kegagalan untuk melakukan hal tersebut dapat membahayakan perusahaan Anda. Platform kami menghasilkan kontrak kerja yang sepenuhnya sesuai, serta pengaturan penggajian, tunjangan, dan banyak lagi.
- Memberikan pengalaman karyawan terbaik. Kemampuan Anda untuk melakukan proses onboarding dengan lancar dan sesuai peraturan sangat penting untuk mempertahankan talenta jarak jauh. Tugas administratif yang terkait dengan orientasi dan manajemen karyawan dapat memakan waktu dan biaya — platform kami mengotomatiskan proses ini agar cepat dan mudah, sehingga Anda dapat meluangkan waktu untuk membina hubungan dan budaya inklusif dengan TIM Anda.
Pakar SDM kami juga tersedia sepanjang waktu di lebih dari 187 negara untuk memberikan dukungan yang sangat berharga sepanjang perjalanan pertumbuhan global Anda.
Manfaatkan platform terdepan di industri dari Globalization Partnersuntuk akses yang lebih luas ke talenta terbaik dengan menghilangkan hambatan dalam membangun tim jarak jauh global. Hubungi kami atau jadwalkan demo khusus untuk mempelajari lebih lanjut tentang Platform Ketenagakerjaan Global kami.