Seiring perusahaan Anda mengincar peluang global baru, ada baiknya mempertimbangkan pasar Selandia Baru untuk merekrut profesional dan mengembangkan TIM Anda. Pandemi Covid-19 telah menguji pasar global. Di antara pasar-pasar ini, Selandia Baru menonjol, menerima pujian internasional karena menjadi salah satu negara yang berhasil dalam memerangi virus.
Bagaimana kondisi pasar Selandia Baru saat ini?
Selandia Baru menerapkan salah satu karantina wilayah paling ketat di dunia pada bulan Maret 25, dengan hanya 102 kasus virus corona resmi.
Menurut perusahaan riset pasar Ibis World, ekonomi Selandia Baru akan mencapai pertumbuhan produk domestik bruto riil sebesar 5.7 persen dari 2021-2022, mencapai $259.6 miliar.
“Selandia Baru telah melampaui sebagian besar negara maju secara ekonomi dalam pengendalian wabah COVID-19, sehingga memungkinkan pemulihan ekonomi yang lebih cepat. Tingkat bunga tunai yang rendah, peningkatan pengeluaran konsumsi pemerintah, dan penurunan tingkat pengangguran diperkirakan akan meningkatkan pertumbuhan produk domestik bruto pada 2021-22.” Dunia Ibis
[bctt tweet=”Menurut perusahaan riset pasar Ibis World, perekonomian Selandia Baru akan mencapai pertumbuhan produk domestik bruto riil sebesar 5.7 persen dari 2021-2022, mencapai $259.6 miliar." username="globalpeo"]
Berbisnis di Selandia Baru: Apa saja manfaatnya bagi perusahaan Anda?
Menurut Invest in New Zealand, negara ini memiliki ekonomi yang efisien dan berbasis pasar, “karena menyediakan berbagai manfaat, seperti stabilitas ekonomi, perjanjian perdagangan bebas yang komprehensif, dan dukungan aktif pemerintah untuk investasi.” Berikut adalah manfaat utama yang akan dinikmati perusahaan Anda:
- Stabilitas Ekonomi: Setelah 10 tahun melakukan restrukturisasi ekonominya, kini ekonominya telah cukup berkembang untuk mencapai daya saing internasional.
- Ramah Persaingan: Negara ini merupakan salah satu ekonomi yang paling ramah persaingan di dunia karena privatisasi utilitas dan layanan negara, seperti layanan pos dan kereta api.
- Transparansi: Terdapat tingkat transparansi yang tinggi dalam proses pengambilan keputusan bisnis dan pemerintah. Media yang bebas dan independen memastikan transparansi ini. Indeks Persepsi Korupsi 2019 menempatkan Selandia Baru sebagai negara yang paling tidak korup di dunia.
- Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA): Perjanjian kerja sama terbaru dengan Singapura, Thailand, dan Tiongkok memungkinkan akses ke basis konsumen yang lebih luas.
- Infrastruktur: Berita Zealand menawarkan koneksi transportasi dan logistik yang luas. Negara ini juga memiliki swasembada energi sekitar 90 persen dan jaringan telekomunikasi yang sangat maju.
- Biaya Bisnis yang Kompetitif: Secara global, Selandia Baru menempati peringkat ketiga dalam transaksi lintas batas dengan mitra asing — lebih tinggi daripada AS, Australia, Irlandia, dan Jerman. Harga perkantoran dan konstruksi termasuk yang terendah di antara negara-negara maju. Selain itu, terdapat upaya berkelanjutan untuk mempertahankan lingkungan investasi internasional yang liberal guna mengurangi biaya kepatuhan.
Perekrutan di Selandia Baru: Apa yang harus Anda harapkan?
Semakin banyak penduduk dewasa Selandia Baru yang memperoleh tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Menurut OECD, 80 persen dari 25 hingga 64-tahun memiliki pendidikan menengah atas atau lebih tinggi dari rata-rata organisasi sebesar 83 persen. Di antara orang dewasa muda (25 hingga 34-tahun), pangsanya naik menjadi 87 persen, lebih tinggi dari rata-rata OECD sebesar dua persen poin.

Selandia Baru menghabiskan sebagian besar kekayaan nasionalnya untuk lembaga pendidikan. Pada saat yang sama, di setiap tingkatan pendidikan, porsi pendanaan yang berasal dari sumber swasta lebih signifikan daripada rata-rata di seluruh OECD.
Pajak penggajian di Selandia Baru
Jika Anda berencana untuk melakukan perekrutan di Selandia Baru, tarif pajak penghasilan dapat berkisar dari 10.5 persen hingga lebih dari 30 persen. Sistem Bayar Saat Menerima Pendapatan (Pay As You Earn) berarti pengusaha tidak perlu khawatir tentang pajak penghasilan karena pajak tersebut secara otomatis dipotong dari penghasilan karyawan mereka.
Pengusaha juga harus mempertimbangkan pajak perusahaan sebesar 28 persen. Meskipun Selandia Baru tidak memiliki pajak jaminan sosial, terdapat Pajak Barang dan Jasa (Pajak Barang dan Jasa) sebesar 15 persen untuk setiap barang dan jasa yang dijual saat menjalankan bisnis di Selandia Baru.
[bctt tweet=”Jika Anda berencana merekrut karyawan di Selandia Baru, tarif pajak penghasilan mungkin berkisar dari 10.5 persen hingga lebih dari 30 persen.”] username="globalpeo"]
Ingin mempelajari lebih lanjut tentang perekrutan di Selandia Baru dan kawasan Asia-Pasifik?
Kawasan Asia Pasifik merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di seluruh dunia, dengan populasi yang muda, berpendidikan tinggi, dan mahir dalam bidang teknologi yang siap menghadapi tantangan bisnis global di masa depan. Kami mengundang Anda untuk menyimak webinar kami "Cara Sukses Membangun Tim dan Berkembang di Kawasan Asia-Pasifik" untuk mempelajari lebih lanjut.