Riset terbaru dari G-P mengungkap bagaimana perusahaan menanggapi tekanan makroekonomi, kekurangan tenaga kerja terampil, dan peran AIyang semakin meningkat.

REMOTE FIRST COMPANY, Sept. 9, 2025 – G-P (Globalization Partners), recognized as the undisputed leader in global employment by industry analysts, today announced the release of the 2025 World at Work Report, revealing critical insights into the shifting dynamics of global work and actionable strategies for success.

“Lanskap bisnis global terus berubah, dan riset kami menegaskan bahwa bisnis dan karyawan sama-sama merasakan tekanan tersebut,” kata Nat Natarajan, kepala produk dan strategi, G-P. "Kesuksesan saat ini bukan hanya tentang beradaptasi, namun juga tentang membangun ketahanan dan ketangkasan secara proaktif. G-P memberdayakan perusahaan untuk mengubah gangguan menjadi peluang. Dengan mengintegrasikan AI berbasis agen ke dalam proses dan alur kerja kami, kami membuka masa depan di mana kecerdasan manusia tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diperkuat secara dramatis.” 

Laporan ini memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi ketenagakerjaan global, mulai dari tren talenta hingga prioritas bisnis, dan menawarkan strategi untuk menghadapi lanskap tenaga kerja yang berubah, termasuk:

  • Kekhawatiran Ekonomi Makro Membayangi. Sejumlah besar karyawan (65% ) khawatir akan kehilangan pekerjaan mereka karena faktor ekonomi makro, sebuah sentimen yang sangat tinggi di AS (70% ) dan Singapura (85% ).

  • Kekurangan Bakat Global yang Persisten. Kekurangan talenta masih menjadi salah satu masalah yang paling mendesak bagi organisasi global. Empat dari lima (84%) eksekutif melaporkan kesulitan menemukan talenta terampil di pasar mereka. 

  • Karyawan Tetap Memiliki Banyak Pilihan. 52% karyawan di seluruh dunia secara aktif mencari atau kemungkinan besar akan mencari pekerjaan baru dalam enam bulan ke depan. Menariknya, 62% karyawan bersedia pindah ke negara lain dalam setahun ke depan jika perusahaan mereka menawarkan opsi untuk memajukan karier mereka, dan angka tersebut melonjak menjadi 71% untuk generasi milenial.

  • Dinamika Kekuatan Pasar Kerja. Mayoritas eksekutif (59%) dan karyawan (74%) percaya bahwa pemberi kerja memiliki keuntungan dalam bursa kerja saat ini. Namun, ekspektasi karyawan tetap tinggi, 68% mengatakan kenaikan gaji tahunan yang dijamin di atas penyesuaian biaya hidup akan membuat mereka bertahan di organisasi mereka selama empat tahun ke depan.

  • Teknologi Versus Bakat. AI dan otomatisasi sedang membentuk kembali tenaga kerja, tetapi sebagian besar perusahaan tidak mengganti pekerja manusia dalam skala besar. Hanya 16% eksekutif yang mengatakan mereka melakukan otomatisasi secara agresif sehingga peran manusia menjadi opsional, sementara 11% justru semakin mengandalkan talenta manusia sebagai pembeda utama mereka. Persyaratan bagi para pemimpin juga terus berkembang, 59% eksekutif memprioritaskan keahlian AI daripada pengalaman fungsional bertahun-tahun ketika merekrut untuk peran senior. 

Laporan 2025 World at Work Report, didasarkan pada wawasan dari 6,000 para eksekutif dan profesional di enam pasar global. Unduh Laporan "Dunia di Tempat Kerja" G-P di sini.


Tentang G-P

G-P (Globalization Partners) is the recognized leader in global employment, ranked No. 1 in every industry analyst report. G-P’s global employment platform delivers everything companies of all sizes need to manage the full employee lifecycle with its trusted Global HR Agent, G-P Gia, and AI-powered Employer of Record (EOR) and Contractor products. G-P supports teams in 180+ countries with more than a decade of global employment experience, the largest team of in-country HR, legal, and compliance experts, and its unmatched proprietary knowledge base.


G-P: Global Made PossibleTM

Untuk mempelajari lebih lanjut, silakan kunjungi: g-p.com atau terhubung dengan kami melalui LinkedIn, X, Facebook atau lihat Blog kami.