Januari 14, 2019 – Optimisme tinggi pada tim global, menurut Survei Karyawan Global 2019 dari Globalization Partners, dengan cadangan niat baik, dan tingkat keterlibatan serta kepercayaan yang tinggi. Namun, karyawan global - dan khususnya karyawan yang lebih muda - siap untuk pindah ke perusahaan baru jika mereka merasa hal itu sesuai dengan minat mereka. Perusahaan paling berhasil dalam membangun dan membina tim lokal ketika mereka menunjukkan pemahaman tentang budaya lokal, dan membangun praktik komunikasi yang membuat karyawan merasa diikutsertakan, dihargai, dan didengar.

Laporan 2019 , Dampak Inklusi atau Eksklusi pada Tim Global yang Tersebar, yang dirilis minggu ini, mengeksplorasi pengalaman anggota tim global yang tersebar dan mengungkapkan bahwa meskipun karyawan global umumnya terlibat, organisasi yang tidak memprioritaskan inklusi dan kesetaraan kesulitan untuk menemukan dan mempertahankan karyawan di pasar global yang semakin kompetitif.

Hasil survei tersebut diumumkan oleh Globalization Partners, sebuah perusahaan global yang membantu perusahaan berekspansi secara internasional ke lebih dari 170 negara tanpa perlu repot mendirikan kantor cabang dan anak perusahaan di luar negeri.

“Kami tidak terkejut dengan antusiasme yang kami lihat terhadap tim global,” kata Andrea Dumont, Wakil Presiden Senior Pemasaran Globalization Partners. “Namun seiring meningkatnya persaingan dalam perekrutan global, jelas bahwa perusahaan yang fokus pada pemahaman TIM (Technology Information Management) dan lingkungan bisnis lokal mereka akan jauh lebih mungkin untuk mendapatkan talenta baru — dan mempertahankan talenta hebat yang mereka miliki.”

Survei terhadap hampir 700 karyawan di seluruh dunia ini menunjukkan bahwa perusahaan yang paling mungkin mempertahankan tim global dan membuat mereka bahagia adalah perusahaan yang berupaya menguasai budaya, hukum, dan praktik lokal, serta membuat tim anak perusahaan merasa terhubung, dilibatkan, dan diperlakukan secara adil. Pada akhirnya, survei tersebut menemukan bahwa hal ini memperkuat tidak hanya tim yang tersebar, tetapi juga anggota TIM yang bekerja di kantor pusat organisasi.

Wawasan dan temuan utama dari laporan tersebut meliputi:

  • 70% karyawan global melaporkan hubungan yang baik antara kantor pusat dan kantor cabang, tetapi semakin jauh jarak karyawan dari kantor pusat, semakin kecil kemungkinan mereka merasa terhubung dengan organisasi. Hampir sepertiga karyawan di anak perusahaan melaporkan bahwa mereka merasa tergabung dan lebih terhubung dengan anggota TIM (15%) atau anggota negara (15%) mereka secara langsung daripada dengan perusahaan secara keseluruhan.
  • Penyelesaian masalah yang adil oleh suatu perusahaan akan berdampak pada keluarnya karyawan secara sukarela 2.5x lebih dari sekedar keterlibatan. Karyawan yang merasa organisasi mereka tidak menangani masalah secara adil memiliki kemungkinan 51% lebih besar untuk memiliki niat karyawan keluar masuk dalam 2019.
  • 68% karyawan mengatakan bahwa perusahaan mereka berjuang setidaknya beberapa kali untuk menyelaraskan diri dengan, peka terhadap, dan mematuhi hukum, praktik, dan budaya setempat-dan karyawan setuju bahwa perusahaan mereka sering mengalami kesulitan. 36% Hanya sepertiga dari karyawan (33% ) yang mengatakan bahwa perusahaan mereka tidak mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan global.
  • Karyawan yang berinteraksi dengan tim global setiap hari cenderung merasa memiliki organisasi mereka, di mana pun lokasinya. Dari orang-orang yang merasa terhubung, 80% berinteraksi dengan anggota TIM di luar negeri setidaknya sekali seminggu. Dari mereka yang tidak merasakan rasa memiliki, 56% mengatakan mereka hanya jarang berinteraksi dengan anggota TIM di luar negeri.
  • 37% karyawan mengatakan bahwa perusahaan mereka mengalami kesulitan dalam menemukan kandidat yang baik, dan mengatakan bahwa perusahaan mereka mengalihdayakan perekrutan. 30% Lebih dari sepertiga karyawan menyatakan bahwa mereka mengalami kesulitan dalam TIM (Technology Information Management) mereka dalam menemukan kandidat yang baik, diikuti oleh masalah personalia dan manajemen.

Metodologi Survei:
Survei Karyawan Global dilakukan oleh Globalization Partners ® pada bulan Oktober 16-23, 2018. Ini adalah penyebaran pertama dari survei ini. Sampel akhir dari survei ini terdiri dari 738 orang yang dipilih secara acak (berusia 18 atau lebih tua), seimbang dalam hal jenis kelamin dan usia, yang bekerja di organisasi dengan jumlah karyawan 1000 atau lebih. Responden dipilih secara acak oleh perusahaan riset pasar independen SurveyMonkey, dari daftar negara perwakilan kami yang meliputi Brasil, Kanada, Prancis, Jerman, Jepang, Meksiko, Inggris Raya, dan Amerika Serikat. Survei ini memiliki margin of error sebesar +/- 4 poin persentase pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Tentang Globalization Partners:
Globalization Partners, sebuah Platform Ekspansi Global yang terkenal karena mempelopori model Global Employer of Record, membantu perusahaan berekspansi secara internasional ke lebih dari 170 negara tanpa kesulitan mendirikan kantor cabang dan anak perusahaan di luar negeri. Melalui platform kami, perusahaan dapat dengan cepat dan mudah mempekerjakan karyawan di luar negeri tanpa harus menghadapi masalah hukum, pajak, dan SUMBER DAYA MANUSIA internasional yang kompleks. Baik untuk menguji pasar baru atau memperluas kumpulan talenta secara global, Globalization Partners adalah solusi manajemen tenaga kerja global yang paling tepercaya di pasar. Kami mengambil alih beban—dan risiko—ekspansi global dari pundak klien kami dan memikulnya sendiri.

###

For more information, contact:
Andrea Dumont
Senior Vice President of Marketing
Email: adumont@globalization-partners.com