SUMBER DAYA MANUSIA berkisah tentang manusia. Namun, menyeimbangkan kebutuhan manusia dengan kebutuhan untuk memajukan bisnis tidaklah selalu mudah. Para pemimpin SUMBER DAYA MANUSIA harus menarik talenta terbaik, membangun tim berkinerja tinggi, dan mencapai tujuan bisnis — sambil menciptakan pengalaman kerja yang positif bagi karyawan. Kini, tim SUMBER DAYA MANUSIA menemukan bantuan yang mereka butuhkan dalam AI.
Dalam laporan 2025 AI at Work kami, kami mengulas lanskap AI yang berkembang pesat, menawarkan wawasan bagi para pemimpin bisnis dan SUMBER DAY MANUSIA yang ingin tetap terdepan. Bekerja sama dengan Wakefield Research, kami melakukan survei terhadap 2,850 eksekutif global dan 500 para profesional SUMBER DAYA MANUSIA yang berbasis di AS untuk mendapatkan pandangan mereka tentang AI dan bagaimana AI membentuk strategi tenaga kerja global.
Berikut beberapa temuan utama dari laporan tersebut.
Kondisi adopsi AI
Tim SUMBER DAYA MANUSIA dianggap lambat dalam mengadopsi teknologi baru. Namun kini, SUMBER DAYA MANUSIA memimpin dalam hal inovasi. Dalam laporan kami, 74% pemimpin SUMBER DAYA MANUSIA yang berbasis di AS percaya bahwa mereka mengadopsi AI lebih cepat daripada departemen lain.
AI juga semakin populer di luar SUMBER DAYA MANUSIA. Perusahaan di berbagai industri menggunakan AI untuk mendorong inovasi dan efisiensi operasional. Menurut laporan kami, 74% eksekutif memandang AI sebagai hal yang penting bagi keberhasilan perusahaan mereka.
95% eksekutif percaya bahwa alat AI (ChatGPT, Google Gemini, dll.) lebih efektif daripada mesin pencari seperti Google untuk riset.
Laporan 2025 AI di Tempat Kerja
Survei kami juga menegaskan bahwa terlepas dari antusiasme para pemimpin, kurangnya kepercayaan terhadap hasil AI tetap menjadi penghalang bagi adopsinya. Para pemimpin mengandalkan AI untuk penelitian tetapi berhati-hati dalam menggunakan AI untuk pengambilan keputusan.
Pemantauan dan tata kelola AI
Seiring meningkatnya adopsi AI, kebutuhan akan pengawasan manusia juga meningkat. Perusahaan-perusahaan sedang menciptakan kerangka kerja tata kelola untuk mengelola penggunaan AI dan memastikan kepatuhan:
- 92% eksekutif melaporkan bahwa alat AI memerlukan persetujuan organisasi sebelum diimplementasikan.
- 94% akan menerima pemantauan AI terhadap aktivitas bisnis mereka jika hal itu menjamin peningkatan produktivitas.
- Hampir separuh eksekutif (46%) akan mempertimbangkan untuk pindah ke perusahaan lain yang mendorong penggunaan alat AI jika pekerjaan mereka saat ini tidak demikian.
Potensi produktivitas AI dan komponen manusia
AI mendorong produktivitas dan efisiensi. Namun, perusahaan juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap karyawan dan manajemen tenaga kerja.
Laporan kami mengungkapkan bahwa 67% eksekutif akan mengurangi jumlah karyawan untuk peningkatan produktivitas 50% dengan AI. SUMBER DAYA MANUSIA harus memastikan bahwa tenaga kerja manusia berkembang seiring dengan AI, melalui pelatihan dan pengembangan profesional.
Dengan mendukung peluang pembelajaran berkelanjutan dengan AI, para pemimpin dapat memberdayakan karyawan untuk tetap unggul dalam inovasi dan berkembang di masa depan yang didorong oleh AI.
Laura Maffucci
Ketua SUMBER DAYA MANUSIA, G-P
SUMBER DAYA MANUSIA adalah tentang pekerjaan yang melibatkan orang, bukan urusan administrasi.
Para pemimpin SUMBER DAYA MANUSIA memanfaatkan alat-alat berbasis AIuntuk mengotomatisasi tugas-tugas administrasi. Solusi AI inovatif seperti G-P Gia™ dapat membantu para pemimpin SUMBER DAYA MANUSIA:
- Sederhanakan kepatuhan dan alokasikan lebih banyak waktu untuk inisiatif tenaga kerja.
- Dapatkan pengecekan kepatuhan kontrak kerja secara real-time dan lintas yurisdiksi.
- Selalu ikuti perkembangan peraturan regional terkait tunjangan dan hak-hak karyawan, untuk memastikan pengalaman kerja yang lancar bagi karyawan.
- Membuat rencana pengembangan profesional yang dipersonalisasi yang memenuhi persyaratan peraturan.
Dengan memanfaatkan teknologi AI mutakhir, para pemimpin SUMBER DAYA MANUSIA dapat berperan sebagai kontributor bisnis strategis dan fokus pada mendorong inovasi, membangun tim berkinerja tinggi, dan memupuk pengalaman karyawan yang luar biasa.
Rangkullah masa depan SUMBER DAYA MANUSIA dengan AI.
Temuan laporan2025 AI di Tempat Kerja kami menegaskan satu hal dengan jelas: AI bukan lagi pilihan.
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana AI memengaruhi tempat kerja dan bagaimana AI dapat mengubah pendekatan global SUMBER DAYA MANUSIA Anda, lihat laporan lengkapAI at Work.


