Kunci keberhasilan dalam mengembangkan bisnis Anda di Selandia Baru terletak pada kekuatan TIM (Tenaga Manajemen Investasi) yang mendukung Anda. Oleh karena itu, Anda perlu merekrut dan mempekerjakan anggota TIM yang berbakat dan berdedikasi — sambil tetap mematuhi hukum ketenagakerjaan Selandia Baru.
Perekrutan di Selandia Baru
Langkah pertama untuk usaha perekrutan yang efektif di negara mana pun adalah menentukan saluran mana yang akan digunakan untuk mengiklankan posisi terbuka Anda. Beberapa praktik yang paling umum termasuk:
- Referensi
- Lembaga rekrutmen
- Magang
- Situs web industri dan media sosial
- Surat kabar
- Saluran radio atau televisi lokal
- Kelompok masyarakat lokal atau universitas
Hukum yang menentang diskriminasi di Selandia Baru
Selandia Baru memiliki undang-undang anti-diskriminasi yang sangat ketat; oleh karena itu, pemberi kerja harus menahan diri dari mengajukan pertanyaan atau membuat keputusan berdasarkan alasan yang tidak terkait dengan kemampuan kandidat untuk melakukan pekerjaan tersebut. Atribut yang dilindungi meliputi usia, keyakinan agama, keyakinan politik, disabilitas, penyakit atau gangguan lainnya, status keluarga atau hubungan, identitas gender, orientasi seksual, ras, etnis, atau asal negara (yang dipersepsikan atau sebenarnya).
Undang-Undang Hak Asasi Manusia 1993 berlaku untuk semua aspek ketenagakerjaan, termasuk iklan lowongan kerja, lamaran, wawancara, dan tawaran pekerjaan. Jika seorang karyawan merasa telah didiskriminasi selama proses perekrutan, mereka dapat mengajukan pengaduan kepada Komisi Hak Asasi Manusia dan Pengadilan Peninjauan Hak Asasi Manusia. Situasi ini dapat menyebabkan denda dan penundaan yang signifikan.
Salah satu cara terbaik untuk menghilangkan bias saat merekrut di Selandia Baru adalah dengan melakukan peninjauan CV secara anonim — hapus nama pelamar untuk mendapatkan pandangan independen tentang kualifikasi, pengalaman, dan keterampilan.
Bagaimana cara meningkatkan karyawan di Selandia Baru?
Sebelum melakukan orientasi terhadap karyawan baru, Anda harus terlebih dahulu memastikan bahwa mereka memiliki izin kerja yang sah di negara tersebut. Usaha kecil dengan kurang dari 20 karyawan dapat memberlakukan masa percobaan hingga 90 hari; namun, karyawan harus menyetujui masa percobaan tersebut dengan itikad baik, dan harus tercantum dalam perjanjian kerja tertulis yang ditandatangani, beserta pemberitahuan masa percobaan yang berlaku. Selain itu, pemberi kerja juga harus memberikan informasi kepada kandidat mengenai serikat pekerja atau PKB yang relevan. Luangkan waktu untuk membicarakan peran tersebut dan persyaratan spesifiknya, seperti jam kerja, lokasi, gaji, tunjangan, dan hari libur.
Proses perekrutan karyawan Selandia Baru dimulai dengan perjanjian kerja tertulis, yang harus ditandatangani sebelum tanggal mulai kerja karyawan. Perjanjian tersebut harus menjabarkan ketentuan-ketentuan ketenagakerjaan, termasuk tempat kerja, tanggung jawab, jadwal kerja, kompensasi, tunjangan, dan ketentuan pemutusan hubungan kerja. Pastikan perjanjian kerja dan surat penawaran mencakup semua jumlah kompensasi dalam Dolar Selandia Baru (NZD).
Hukum ketenagakerjaan Selandia Baru
Selandia Baru memiliki undang-undang anti-diskriminasi dan pelecehan yang ketat yang berdampak pada rekrutmen dan perekrutan. Perusahaan tidak boleh mendiskriminasi siapa pun berdasarkan jenis kelamin, status keluarga, ras, pandangan politik, usia, disabilitas, dan lainnya.
Negara ini tidak memiliki aturan jam kerja resmi, tetapi sebagian besar bisnis beroperasi antara 8:30 pagi dan 5 siang dengan waktu makan siang selama setengah jam. Kerja lembur diperbolehkan dan dapat dimasukkan ke dalam gaji karyawan atau dibayar dengan tarif normal atau lebih tinggi. Pengaturan lembur harus disetujui oleh kedua belah pihak dan dimasukkan dalam perjanjian kerja tertulis.
Orientasi di Selandia Baru
Perusahaan dapat meningkatkan keberhasilan perekrutan dengan menerapkan praktik-praktik tertentu selama proses orientasi karyawan baru. Pertama, mulailah dengan memperkenalkan budaya perusahaan Anda kepada karyawan baru.
Kemudian, Anda juga perlu mendiskusikan persyaratan pelatihan atau kesempatan belajar yang tersedia untuk memastikan karyawan baru unggul dalam posisi mereka. Pengusaha juga dapat berdiskusi:
- Perjanjian kerja
- Kode etik perusahaan (jika ada)
- Deskripsi pekerjaan
- Ekspektasi peran
- Manfaat tambahan
Bangun tim Anda dengan G-P
G-P Employer of Record membuat membangun tim global menjadi mudah — tanpa perlu mendirikan entitas atau menghabiskan waktu melibatkan konsultan dan pakar lokal di bidang SUMBER DAYA MANUSIA, hukum, dan pajak. Dengan G-P, Anda mendapatkan alur kerja sederhana, integrasi, dan fitur yang didukung AI yang mengubah cara Anda Orientasi, mengelola, dan membayar tim global.
Pesan demo untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana kami dapat membantu Anda mempekerjakan dan Orientasi siapa pun, di mana saja.


